Ini 6 Rekomendasi Muhammadiyah untuk Prabowo-Sandiaga

345

Triaspolitica.net : Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendatangi kantor PP Muhammadiyah, Senin malam, 13 Agustus 2018. Pertemuan itu menghasilkan enam butir rekomendasi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan usulan rekomendasi itu, terkait agenda strategis bagi calon presiden dan calon wakil presiden terpilih kelak.

Yang pertama, dalam merumuskan kebijakan, pemerintah harus sejalan dengan nilai-nilai dasar dan luhur yang hidup dalam jati diri bangsa.

“Juga menghindar primordialisme SARA (suku agama ras antargolongan) yang dapat meruntuhkan keutuhan, persatuan, dan kesatuan bangsa,” kata Haedar, saat menyampaikan keterangan pers, Senin 13 Agustus 2018.

Selanjutnya, kata Haedar, pentingnya kedaulatan negara yang menyeluruh baik itu di bidang ekonomi, politik dan budaya. Ia menyebutkan, bangsa yang berdaulat bisa mengatasi kesenjangan ekonomi.

“Termasuk, di dalamnya menjaga kedaultan negara dari penetrasi asing, menegakan kedaultan negara dari penetrasi asing, menegakkan kedaulatan pangan, dan memutus mata rantai ketergantungan impor,” ujarnya.

Haedar menekankan, Muhammadiyah sebagai organisasi juga banyak fokus memerhatikan terkait kualitas sumber daya manusia. Rekonstruksi pendidikan diusulkan, agar menciptakan sumber daya yang unggul dan bisa bersaing dengan bangsa lain.

Ia pun menyatakan, reformasi birokrasi yang progresif serta menjunjung tinggi meritrokasi dapat terlepas dari sandera kepentingan politik. “Termasuk, memanfaatkan 20 persen anggaran pendidikan sebagaimana amanat konstitusi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Haedar, sebagai negara dengan berpenduduk umat Islam terbesar di dunia, negara wajib melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif.

Di sisi lain, terkait rekomendasi ini, Haedar menegaskan bahwa organisasi Muhammadiyah harus bebas dari sikap politik praktis.

Usulan ini, kata dia, hanya menyampaikan kepentingan demi kebaikan bangsa. Hal yang sama beberapa waktu lalu disampaikan pula kepada Presiden Joko Widodo, saat menerima Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Istana Negara, pekan lalu.

“Politik praktis menjadi bagian dari tugas-tugas dari partai politik. Tetap, Muhammadiyah berperan dalam kehidupan kebangsaan,” ujarnya. (asp)

Sumber : VIVA.co.id

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here