Internasional

Iran Tolak Gencatan Senjata, Respons dengan 10 Poin Tuntutan kepada AS

TriasPolitica.net

07 April 2026 14:42 • 1,292 view

Iran Tolak Gencatan Senjata, Respons dengan 10 Poin Tuntutan kepada AS
Foto: Iran defiant on eve of Trump's ceasefire deadline

TEHERAN — Iran menolak proposal gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Penolakan tersebut disertai pengajuan 10 tuntutan oleh Teheran, di tengah eskalasi serangan militer antara Iran dan Israel yang terus berlanjut.

Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, proposal AS yang turut dimediasi Pakistan mencakup penghentian segera konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang selama ini mengalami gangguan. Kesepakatan itu juga mencakup pembicaraan lanjutan untuk perdamaian yang lebih luas dalam kurun waktu 15 hingga 20 hari.

Namun, Iran menolak proposal tersebut dan merespons dengan 10 poin tuntutan. Kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA) melaporkan bahwa tuntutan tersebut antara lain mencakup penghentian konflik di kawasan, jaminan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, pencabutan sanksi, serta komitmen rekonstruksi.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Presiden Trump kembali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa seluruh infrastruktur penting Iran dapat dihancurkan dalam waktu singkat apabila Teheran tidak menyetujui kesepakatan sebelum batas waktu. Trump bahkan menegaskan bahwa jembatan dan pembangkit listrik di Iran akan menjadi target serangan jika tidak ada kesepakatan yang dicapai.

Di lapangan, pertempuran antara Iran dan Israel terus berlangsung tanpa tanda mereda. Militer Israel mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan udara yang menargetkan infrastruktur pemerintah Iran di Teheran dan wilayah lainnya. Sistem pertahanan udara Israel juga diaktifkan untuk mencegat rudal yang diluncurkan dari Iran.

Ketegangan regional turut meluas ke negara-negara Teluk. Arab Saudi dilaporkan berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke wilayah timurnya, dengan puing-puing jatuh di dekat fasilitas energi. Sejak konflik pecah pada akhir Februari, ratusan rudal dan drone disebut telah diluncurkan ke wilayah Saudi, sebagian besar berhasil dicegat.

Selain itu, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain secara bersamaan mengeluarkan peringatan keselamatan publik kepada warganya pada Selasa, seiring meningkatnya ancaman keamanan di kawasan.

Pernyataan Trump terkait potensi penghancuran infrastruktur sipil Iran juga menuai kritik. Ketika ditanya apakah langkah tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang, Trump menyatakan tidak khawatir. “Saya berharap tidak perlu melakukannya,” ujarnya.

Di sisi lain, utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut ancaman tersebut sebagai hasutan langsung terhadap terorisme serta bukti niat melakukan kejahatan perang berdasarkan hukum internasional.

Pemerintah Iran juga menggalang dukungan domestik. Wakil Menteri Olahraga Iran, Alireza Rahimi, mengajak para seniman dan atlet membentuk rantai manusia di sekitar pembangkit listrik sebagai bentuk perlindungan simbolis. Sementara itu, komando militer tertinggi Iran menyebut pernyataan Trump sebagai “tidak masuk akal”.

Dalam perkembangan lain, sebuah sinagoga di pusat Teheran dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat proyektil yang dikaitkan dengan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel, menurut laporan kantor berita semi-resmi Mehr.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda deeskalasi, sementara tekanan internasional terus meningkat agar kedua pihak segera menghentikan konflik dan kembali ke meja perundingan.

Sumber : https://www.arabnews.com/node/2639026/middle-east

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!