Yusril : Final, Kami Tidak Dukung Jokowi atau Prabowo

619

Triaspolitica.net : Pemilihan Presiden 2019 akhirnya menghasilkan dua kandidat yang akan bertarung yaitu Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kedua pasangan calon tersebut resmi mendaftarkan diri hari ini di kantor KPU, Jl. Imam Bonjol No.29 Menteng, Jakarta, Jum’at (10/8/2018).

Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) memiliki jawaban sendiri terkait dukungannya terhadap dua calon Presiden-Wakil Presiden tersebut. Menurut Yusril PBB tidak punya kursi di DPR, hanya punya suara sah secara nasional.

“Pencalonan dua pasangan calon sebagaimana telah kita ketahui, dua-duanya menggunakan kursi, bukan suara sah secara nasional. Dengan digunakannya cara ini, maka PBB tidak dalam posisi dapat “mencalonkan” atau “mengusung” pasangan calon. Karena itu PBB tidak “mencalonkan” atau “mengusung” pasangan manapun dalam pilpres 2019,” ungkap Yusril melalui pesan Whatsapp, Jum’at (10/8).

Pria asal Bangka-Belitung ini meminta seluruh kadernya untuk fokus ke Pileg agar PBB memperoleh suara di atas 4 persen dan kembali eksis di DPR. Baik Jokowi maupun Prabowo menurutnya tidak pernah mengajak PBB untuk mendukung mereka.

“Kalau mereka sendiri tidak pernah mengajak kita untuk mendukung mereka, untuk apa kita capek-capek mendukung salah satu dari mereka. Mereka tidak mengajak PBB itu wajar saja karena kita tidak punya kursi di DPR sekarang. Untuk Pemilu 2019 pun, menurut hitungan lembaga-lembaga survey PBB diduga tak akan lolos PT 4 persen,” jelas pakar Hukum Tata Negara ini.

“Kedua pasangan Capres/Cawapres tidak memperhitungkan kita. Kalau orang lain menganggap kita tidak penting, janganlah kita Ge’er merasa diri kita penting. Kita tidak perlu menjadi seperti orang menderita sakit jiwa merasa diri kita penting dan besar (megalomania), padahal kenyataannya kita tidak seperti itu,” imbuhnya.

Untuk mengatasi semua ini, Yusril tidak punya pilihan kecuali kerja keras dan fokus menghadapi Pileg agar bisa eksis dan kembali diperhitungkan orang lain. “Untuk Pilpres, jangan banyak menyita waktu kita, karena tidak akan ada manfaat apapun yang kita peroleh dari Pilpres ini. Demikian pendapat saya,” tutup Yusril. (DH/MTD)

PBB FOKUS PILEG PEMILU LEGISLATIF . . JAKARTA – Pemilihan Presiden 2019 akhirnya menghasilkan dua kandidat yang akan bertarung yaitu Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kedua pasangan calon tersebut resmi mendaftarkan diri hari ini di kantor KPU, Jl. Imam Bonjol No.29 Menteng, Jakarta, Jum’at (10/8/2018). Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) memiliki jawaban sendiri terkait dukungannya terhadap dua calon Presiden-Wakil Presiden tersebut. Menurut Yusril PBB tidak punya kursi di DPR, hanya punya suara sah secara nasional. “Pencalonan dua pasangan calon sebagaimana telah kita ketahui, dua-duanya menggunakan kursi, bukan suara sah secara nasional. Dengan digunakannya cara ini, maka PBB tidak dalam posisi dapat “mencalonkan” atau “mengusung” pasangan calon. Karena itu PBB tidak “mencalonkan” atau “mengusung” pasangan manapun dalam pilpres 2019,” ungkap Yusril melalui pesan Whatsapp, Jum’at (10/8). Pria asal Bangka-Belitung ini meminta seluruh kadernya untuk fokus ke Pileg agar PBB memperoleh suara di atas 4 persen dan kembali eksis di DPR. Baik Jokowi maupun Prabowo menurutnya tidak pernah mengajak PBB untuk mendukung mereka. “Kalau mereka sendiri tidak pernah mengajak kita untuk mendukung mereka, untuk apa kita capek-capek mendukung salah satu dari mereka. Mereka tidak mengajak PBB itu wajar saja karena kita tidak punya kursi di DPR sekarang. Untuk Pemilu 2019 pun, menurut hitungan lembaga-lembaga survey PBB diduga tak akan lolos PT 4 persen,” jelas pakar Hukum Tata Negara ini. “Kedua pasangan Capres/Cawapres tidak memperhitungkan kita. Kalau orang lain menganggap kita tidak penting, janganlah kita Ge’er merasa diri kita penting. Kita tidak perlu menjadi seperti orang menderita sakit jiwa merasa diri kita penting dan besar (megalomania), padahal kenyataannya kita tidak seperti itu,” imbuhnya. Untuk mengatasi semua ini, Yusril tidak punya pilihan kecuali kerja keras dan fokus menghadapi Pileg agar bisa eksis dan kembali diperhitungkan orang lain. “Untuk Pilpres, jangan banyak menyita waktu kita, karena tidak akan ada manfaat apapun yang kita peroleh dari Pilpres ini. Demikian pendapat saya,” tutup Yusril.

A post shared by Yusril Ihza Mahendra (@yusrilihzamhd) on

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here