Langsung ke konten utama

Emir Qatar Ajak Para Pemimpin Dunia Terima Taliban, Bukan Memboikotnya


Triaspolitica.net
: Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani telah meminta para pemimpin dunia untuk menerima pemerintahan Taliban di Afghanistan. Emir Qatar juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari komunitas internasional kepada rakyat Afghanistan dan memisahkan antara bantuan kemanusiaan dan perbedaan politik.

“Penting juga untuk melanjutkan dialog dengan Taliban. Memboikot mereka hanya akan mengarah pada polarisasi dan reaksi, sedangkan dialog bisa bermanfaat,” ungkap Sheikh Tamim saat berbicara di Majelis Umum PBB, seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat, (24/9/2021).

Pada kesempatan tersebut, Emir Qatar menyampaikan komitmen negaranya untuk berkontribusi pada penyelesaian konflik secara damai. Qatar, yang menjadi tuan rumah pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Taliban pada 2020 dengan kesepakatan AS akan menarik pasukannya dari Afghanistan. Qatar juga turut menjadi mediator dalam pembicaraan damai intra-Afghanistan berikutnya.

Sejak penarikan AS pada bulan Agustus 2021 lalu, Qatar telah membantu evakuasi warga asing dan Afghanistan dengan bernegosiasi dengan penguasa baru Taliban dan mendukung operasional Bandara Kabul melalui tim Qatar Airways. Qatar memfasilitasi beberapa penerbangan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan.

“Kami bangga bahwa Doha adalah ibu kota aksi multilateral internasional di kawasan kami,” ungkap Sheikh Tamim seraya menambahkan bahwa Qatar berharap dapat membuka Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa di Doha dalam waktu dekat.

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sukmawati Soekarnoputri Akan Jalani Ritual Pindah Agama dari Islam ke Hindu

Triaspolitica.net : Putri proklamator Sukarno, Sukmawati Soekarnoputri bakal menjalani ritual pindah agama dari Islam ke Hindu. Pelaksanaan ritual itu akan digelar di Kawasan Sukarno Center Heritage di Bale Agung Singaraja, Bali, pada Selasa (26/10/2021). Kepala Sukarno Center di Bali Arya Wedakarna membenarkan hal ini."Benar sedang kami siapkan acara (upacara prosesi perpindahan agama Sukmawati) di Bali," kata dia saat dihubungi, Jumat (22/10). Wedakarna menuturkan, Sukmawati memutuskan pindah ke agama Hindu, mengikuti agama yang dianut neneknya sekaligus Ibu Sukarno, Nyoman Rai Srimben. Nyoman Rai Srimben merupakan penduduk asli Kabupaten Buleleng, Bali.  "(Agama Sukmawati) Islam sekarang, sama dengan Bung Karno, tapi beliau memutuskan tepat di usia beliau yang ke-70 tanggal 26 Oktober besok, ke agama eyangnya, Ibunda Bung Karno Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. Beliau memutuskan untuk kembali ke Hindu Dharma," kata dia. Wedakarna tak mengetahui secara pribadi alasan S

Facebook, WhatsApp, Instagram Down, Kekayaan Mark Zuckerberg Lenyap Rp99,5 Triliun dalam Sehari

Triaspolitica.net : Mark Zuckerberg menderita kerugian besar setelah Facebook, WhatsApp, Instagram mengalami down hampir 8 jam sejak tadi malam, Senin, (4/10/2021) pada pukul 22.30 WIB. Facebook dkk sudah normal kembali pada Selasa pagi, pukul 05.30 WIB. Hal ini pun membuat kekayaan Mark Zuckerberg turun sekitar USD7 miliar atau setara dengan Rp99,5 triliun. Saham Facebook yang diperdagangkan pada Senin pun turun hampir 4,9% menambah penurunan sekitar 15% sejak pertengahan September. Kekayaan Mark Zuckerberg-pun  turun menjadi $ 121,6 miliar atau setara Rp1.719 Triliun dan menempatkannya ke posisi 5 di bawah Bill Gates menurut Bloomberg Billionaires Index. Menanggapi laporan FB, WA, Ig down serentak di seluruh dunia. Pihak Facebook kemudian mengumumkan adanya gangguan pada layanan mereka namun tidak menjelaskan secara spesifik terkait gangguan tersebut. Uniknya, Pihak Facebook mengkonfirmasi gangguan tersebut melalui akun mereka di media sosial Twitter. Facebook menyampaikan permohonan

Menag Yaqut: Jika Tuhan Menginginkan Agama Satu, Maka Mudah bagi Tuhan

Triaspolitica.net : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa agama tak boleh dipaksakan kepada yang lain. Hal itu tak lepas dari esensi utama bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan agama secara beragam di muka bumi ini. "Jika Tuhan menginginkan agama satu, maka mudah bagi Tuhan jadi semua agama satu. Tuhan menginginkan kita berbeda agar kita bisa bersilaturahim, berhubungan, mengoreksi satu sama lain, saling berfikir kritis satu sama lain," kata Yaqut dalam acara Peluncuran Aksi Moderasi Beragama yang disiarkan di kanal YouTube Pendis Channel, Rabu (22/9/2021). "Karena itu agama kemudian tidak boleh dipaksakan," tambahnya. Yaqut menyatakan bahwa ajaran Islam juga telah memerintahkan umatnya agar tak memaksakan agama kepada yang lain. Tak hanya itu, ia juga menyinggung ayat ke-6 surat Al-kafirun telah memerintahkan untuk tak memaksa orang lain dalam meyakini kebenaran suatu agama. "Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Tak ada paksakan dan tidak ada in