Video pernyataan Amien Rais terkait dugaan kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang sempat viral di media sosial, kini sudah tidak dapat diakses di kanal YouTube Amien Rais Official. Saat dibuka, video tersebut menampilkan keterangan bahwa konten tidak lagi tersedia karena adanya keberatan resmi dari pemerintah.
Berdasarkan pantauan hingga pukul 13.51 WIB, video yang sebelumnya beredar luas di berbagai platform digital itu telah dihapus dari kanal tersebut. Penghapusan ini memicu perhatian publik, mengingat isi pernyataan dalam video sebelumnya menuai polemik.
ADVERTISEMENT
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membenarkan bahwa penghapusan video tersebut merupakan langkah yang diambil oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Dalam statement dari Komdigi jelas bahwa kita akan melakukan langkah-langkah sesuai dengan tugas Komdigi yang diamanahkan di Undang-Undang ITE ketika menemukan hoaks dan juga ujaran kebencian,” ujar Meutya.
Menurutnya, salah satu kewenangan Komdigi adalah melakukan penurunan atau takedown terhadap konten yang dinilai melanggar ketentuan, termasuk mengandung hoaks maupun ujaran kebencian. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari proses hukum yang menjadi tanggung jawab institusinya.
"Apa langkah-langkah dan kewenangan Komdigi, teman-teman bisa cek sendiri ya. Jadi salah satunya adalah melakukan take down. Melakukan take down itu adalah juga bagian dari proses langkah hukum yang memang menjadi kewenangan Komdigi," tegas Meutya.
Lebih lanjut, Meutya juga menanggapi isu yang berkembang terkait kemungkinan adanya gugatan terhadap Komdigi. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak berada dalam kewenangan kementeriannya.
“Komdigi jelas menyatakan bahwa langkah yang diambil adalah sesuai kewenangan Komdigi di undang-undang,” katanya.
Langkah penghapusan video ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran informasi yang dinilai tidak akurat serta berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Amien Rais terkait hilangnya video tersebut dari kanal resminya. *