Nasional

Prabowo Sebut Rakyat Iran Keras Kepala, Tak Ingin Dijajah!

TriasPolitica.net

09 April 2026 07:48 • 2,674 view

Prabowo Sebut Rakyat Iran Keras Kepala, Tak Ingin Dijajah!
Foto: Presiden RI Prabowo Subianto. Images regenerated by Gemini AI

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyinggung sikap rakyat Iran yang dinilainya “keras kepala” dalam mempertahankan kedaulatan, saat memberikan taklimat kepada jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026). Pernyataan itu disampaikan di tengah pembahasan kondisi global yang tengah bergejolak, termasuk konflik di Timur Tengah.

Dalam arahannya, Prabowo mengaitkan istilah “keras kepala” dengan sikap keteguhan dalam menghadapi tekanan, baik dari dalam maupun luar negeri. Ia menilai, dalam situasi tertentu, karakter tersebut justru diperlukan untuk menjaga prinsip dan kedaulatan bangsa.

“Kadang-kadang, keras kepala dalam suatu kerjaan dibutuhkan sekarang. Orang katakan rakyat Iran keras kepala, pejuang keras kepala bolak-balik diancam,” ujar Prabowo.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin mencampuri urusan politik dalam negeri negara lain, termasuk dinamika antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang saat ini tengah memanas.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menanggapi berbagai kritik yang ditujukan kepada pemerintah. Ia mengibaratkan kritik sebagai bagian dari proses gotong royong, seperti warga desa yang bersama-sama membangun jembatan.

Menurutnya, kritik seharusnya dijadikan sebagai pengingat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kualitas kerja pemerintah. Ia bahkan mencontohkan dirinya yang kerap mendapat label negatif, namun memilih untuk menjadikannya sebagai bahan refleksi.

“Kalau kita dihujat, anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada. ‘Prabowo bodoh’, saya waspada. Kalau saya bodoh, artinya saya kumpulin orang pintar bantu saya,” katanya berseloroh.

Lebih lanjut, Prabowo mengaitkan sikap keteguhan tersebut dengan semangat para pendiri bangsa Indonesia yang, menurutnya, juga memiliki karakter keras dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Dulu pendiri bangsa kita keras kepala, lebih baik mati daripada dijajah kembali. Merah Putih harga mati, enggak ada itu urusan,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap bersikap tenang dan bijaksana dalam menghadapi kritik, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar bernegara.

“Tidak ada negara tanpa hukum, tidak ada negara tanpa undang-undang dasar, tanpa konstitusi,” ujar Prabowo.

Taklimat tersebut merupakan pertemuan internal yang bertujuan menyampaikan informasi dan arahan terkait situasi terkini, baik di dalam negeri maupun global, kepada para menteri, kepala badan, dan pimpinan BUMN. *

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (1)

A
Abdul Rahim 09/04/2026

Suatu sikap yg tidak benar ketika saudaranya di gempur oleh orang kafir kemudian tidak membantunya.