Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengaku telah dihubungi Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya terkait rencana pelantikannya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Pelantikan tersebut disebut akan berlangsung di Istana Kepresidenan pada Senin (8/6) sore.
Said mengatakan informasi mengenai pelantikan itu disampaikan langsung oleh Seskab Teddy melalui sambungan telepon pada Minggu (7/6) malam. Menurutnya, jabatan yang akan diemban memiliki kedudukan setingkat menteri sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 137 Tahun 2024.
ADVERTISEMENT
“Jam 16.30 dilantik di Istana. Ditelepon semalam oleh Pak Seskab Letkol Teddy. Sebagai Penasihat Khusus Presiden RI bidang Ketenagakerjaan dengan kedudukan setingkat menteri sesuai Perpres No 137/2024,” ujar Said saat dihubungi, Senin (8/6).
Meski demikian, Said tidak merinci lebih lanjut mengenai tugas maupun agenda pelantikan yang akan berlangsung sore hari tersebut. Ia juga belum memberikan keterangan tambahan terkait peran yang akan dijalankannya dalam pemerintahan.
Sebelumnya, wacana masuknya Said Iqbal ke dalam pemerintahan telah diungkap oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Pekan lalu, Prasetyo menyebut kemungkinan jabatan yang akan diberikan kepada Said berkaitan erat dengan kiprahnya selama ini dalam memperjuangkan isu-isu ketenagakerjaan dan hak-hak buruh di Indonesia.
Menurut Prasetyo, pengalaman Said sebagai salah satu tokoh serikat pekerja dinilai dapat memberikan kontribusi dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan di tingkat nasional.
Dukungan terhadap rencana bergabungnya Said ke dalam pemerintahan juga datang dari kalangan serikat pekerja. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani, menyatakan dukungannya atas langkah tersebut.
Andi meyakini bahwa kehadiran tokoh buruh di lingkar pemerintahan tidak akan mengurangi komitmen dalam memperjuangkan kepentingan pekerja. Menurutnya, sinergi antara pemimpin buruh yang berada di dalam pemerintahan dan yang tetap berada di luar kekuasaan dapat memperkuat perjuangan buruh Indonesia.
“Merupakan suatu sinergitas yang luar biasa pimpinan buruh yang memilih berada di lingkaran kekuasaan dan pimpinan buruh yang memilih di luar pemerintahan untuk saling mendukung terhadap perjuangan buruh Indonesia,” kata Andi.
Apabila pelantikan tersebut terlaksana, Said Iqbal akan menjadi salah satu tokoh serikat pekerja yang menempati posisi strategis di lingkungan Istana, dengan fokus memberikan masukan dan pertimbangan kepada Presiden terkait kebijakan ketenagakerjaan nasional.