Berita

Usai PKPA, Tawa dan Kebersamaan Gantikan Bahasan Pasal

Posted by: Hengki

08 June 2026 04:29 WIB

Usai PKPA, Tawa dan Kebersamaan Gantikan Bahasan Pasal
Foto: Peserta PKPA Nikmati Hangatnya Kebersamaan di Makassar

MAKASSAR – Setelah berhari-hari berkutat dengan pasal, teori hukum, dan berbagai dinamika profesi advokat, para peserta Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) akhirnya menikmati momen yang tak kalah berharga: kebersamaan.


Suasana hangat itu terlihat saat para peserta berkumpul di Warkop MCH Faisal, Jalan RS Islam Faisal XII, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Minggu (7/6/2026).

ADVERTISEMENT


Jika sebelumnya mereka dipertemukan dalam ruang kelas dan forum diskusi hukum, kali ini mereka duduk bersama dalam suasana santai sambil menikmati secangkir kopi dan hidangan sederhana.


Canda dan tawa terdengar di setiap sudut meja. Berbagai cerita serta pengalaman selama mengikuti PKPA mengalir tanpa sekat, menciptakan suasana akrab yang penuh kekeluargaan.


Momen tersebut menjadi pelepas penat setelah mengikuti rangkaian pendidikan yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) bekerja sama dengan Kinilegal Karir Akademi, DPC PERADI Makassar, dan YLC PERADI Makassar.


Tak ada lagi ketegangan seperti saat mengikuti materi perkuliahan atau membahas persoalan hukum yang kompleks. Yang tersisa hanyalah rasa syukur karena berhasil melewati salah satu tahapan penting dalam perjalanan menuju profesi advokat.


Dalam obrolan santai itu, para peserta saling bertukar pandangan mengenai pengalaman selama PKPA. Mereka juga membahas tantangan dunia hukum serta peluang karier yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan profesi.


Sesekali muncul cerita-cerita lucu yang terjadi selama proses pembelajaran. Gelak tawa pun pecah, membuat suasana semakin hidup dan hangat.


Salah seorang peserta, Ipul, mengaku PKPA tidak hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan dan pemahaman hukum, tetapi juga menghadirkan banyak sahabat baru dari berbagai latar belakang profesi dan daerah.


"Ilmu yang kami dapatkan tentu sangat penting, tetapi persaudaraan yang terbangun selama proses pendidikan juga menjadi sesuatu yang sangat berharga," ujarnya.


Menurut Ipul, hubungan baik yang terjalin selama PKPA akan menjadi modal penting dalam menjalani profesi advokat di masa mendatang.


Ia menilai profesi advokat bukan hanya soal memahami hukum dan prosedur peradilan. Lebih dari itu, profesi tersebut juga membutuhkan jejaring yang kuat, kemampuan komunikasi yang baik, serta hubungan profesional yang sehat antarsesama rekan sejawat.


Meski pertemuan santai di Warkop MCH hanya berlangsung beberapa jam, momen tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.


Dari ruang kelas hingga meja warung kopi, terjalin persahabatan yang diharapkan tetap terjaga. Sebab suatu hari nanti, mereka tidak lagi sekadar teman seangkatan, melainkan rekan sesama advokat yang bersama-sama mengabdikan diri untuk penegakan hukum dan keadilan di Indonesia.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!