WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu mengumumkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah meninggal dunia. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social dengan kalimat singkat, “Khamenei, one of the most evil people in History, is dead,” tanpa merinci sumber informasi yang diperolehnya.
Sebelumnya, seorang pejabat senior Israel kepada Reuters menyatakan bahwa Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, dan jasadnya telah ditemukan. Namun, kantor berita Iran Tasnim dan Mehr membantah kabar tersebut dan melaporkan bahwa Khamenei tetap “teguh dan memimpin situasi di lapangan.”
Dalam wawancara telepon dengan NBC News, Trump menyebut bahwa ia meyakini laporan kematian Khamenei adalah benar. “Kami merasa itu adalah kabar yang tepat,” ujarnya. Ia juga mengklaim bahwa sebagian besar pimpinan senior Iran telah tewas dalam serangan tersebut.
Mereka yang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut :
Penasihat keamanan utama Khamenei, Ali Shamkhani
Komandan Korps Garda Revolusi Islam, Mohammad Pakpour
Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh
Sekretaris militer utama Khamenei, Mohammad Shirazi
Kepala intelijen militer Iran, Saleh Asadi
Ketua SPND (organisasi riset senjata nuklir Iran), Hossein Jabal Amelian
Mantan Ketua SPND, Reza Mozaffari-Nia
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan terdapat banyak indikasi bahwa Khamenei “tidak lagi ada” dan menyerukan rakyat Iran untuk “menyelesaikan tugas tersebut.” Netanyahu menyebut kompleks kediaman Khamenei telah dihancurkan dan sejumlah komandan Garda Revolusi serta pejabat tinggi nuklir Iran tewas dalam operasi itu.
Tiga sumber yang mengetahui situasi tersebut menyatakan bahwa Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh dan Komandan Garda Revolusi Mohammed Pakpour termasuk di antara korban tewas. Media Iran juga melaporkan bahwa menantu dan anak perempuan Khamenei turut menjadi korban dalam serangan itu.
Amerika Serikat menamai operasi militernya sebagai “Operation Epic Fury”. Pentagon menyatakan tidak ada korban jiwa maupun luka di pihak militer AS meski ratusan rudal dan drone Iran diluncurkan sebagai balasan.
Pemerintah Iran mengecam serangan tersebut sebagai tindakan ilegal dan tanpa provokasi. Sebagai respons, Teheran meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta ke sedikitnya tujuh negara lain, termasuk negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Situasi di berbagai kota Iran dilaporkan mencekam. Ledakan terjadi di sejumlah wilayah dan memicu kepanikan warga. Seorang warga Tabriz, Minou (32), kepada Reuters mengaku ketakutan. “Kami takut, anak-anak saya gemetar, kami tidak punya tempat untuk pergi,” ujarnya sambil menangis.
Iran juga memperingatkan bahwa Selat Hormuz — jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia — telah ditutup. Para pelaku pasar memperkirakan harga minyak dunia akan melonjak tajam. Sejumlah maskapai penerbangan membatalkan penerbangan ke kawasan Timur Tengah.
Seorang komandan senior Garda Revolusi Iran, Ebrahim Jabbari, menyatakan bahwa pihaknya sejauh ini baru menggunakan “rudal sisa” dan akan segera mengerahkan persenjataan yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Militer Israel menyebut sekitar 200 jet tempur telah menyelesaikan misi udara terbesar dalam sejarahnya dengan menyerang 500 target di seluruh Iran, termasuk sistem pertahanan strategis yang sebelumnya telah rusak dalam serangan tahun lalu.
Sementara itu, jaksa setempat di kota Minab, Iran selatan, menyebut sebuah sekolah dasar perempuan terkena serangan yang menewaskan 85 orang. Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen, dan militer Israel belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Di New York, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar pertemuan darurat. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan penghentian segera seluruh aksi permusuhan.
Dalam pesan video yang diunggah di media sosial, Trump menyatakan tujuan serangan adalah “menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi dari rezim Iran.” Ia juga menyerukan pasukan keamanan Iran untuk meletakkan senjata dan mengajak rakyat Iran mengambil alih pemerintahan setelah pengeboman berakhir.
“Ketika kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Itu akan menjadi milik Anda,” ujar Trump. Ia menambahkan bahwa momen tersebut mungkin menjadi “satu-satunya kesempatan dalam beberapa generasi.”
Sumber : Arabnews | Weblink : https://www.arabnews.com/node/2634808/middle-east





