Internasional

Dikenal Pro-Palestina, Andy Burnham Resmi Jadi PM Baru Inggris

TriasPolitica.net

21 July 2026 19:19 • 747 view

Dikenal Pro-Palestina, Andy Burnham Resmi Jadi PM Baru Inggris
Foto: Perdana Menteri Inggris Andy Burnham

LONDON — Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin (20/7/2026), menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Burnham resmi diangkat setelah bertemu Raja Charles III di Istana Buckingham dan menerima mandat untuk membentuk pemerintahan baru.


Dalam prosesi konstitusional Inggris, pertemuan dengan raja menjadi bagian penting dalam pengangkatan seorang perdana menteri. Setelah menerima mandat tersebut, Burnham kemudian menuju Downing Street dan menyampaikan pidato pertamanya sebagai kepala pemerintahan Inggris.

ADVERTISEMENT


Dalam pidato perdananya, Burnham menegaskan komitmennya untuk mengubah arah politik dan ekonomi Inggris. Ia mengatakan pemerintahannya akan berupaya mengembalikan stabilitas politik sekaligus menghadirkan model ekonomi baru bagi negara tersebut.


Burnham juga menyoroti tingginya pergantian perdana menteri Inggris dalam satu dekade terakhir. Ia menyebut dirinya sebagai perdana menteri ketujuh sejak 2016 dan menyerukan agar generasi politisi saat ini memperbaiki kualitas pemerintahan serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap politik.


"Inggris perlu menunjukkan kepada dunia bahwa kita dapat memperoleh kembali stabilitas," kata Burnham dalam pidato pertamanya di Downing Street.


Ia juga menjanjikan langkah untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan biaya hidup, memperluas kesempatan kerja bagi kaum muda, meningkatkan dukungan kesehatan mental, serta membangun lebih banyak rumah yang dikelola pemerintah daerah.


Salah satu agenda awal yang ditekankan Burnham adalah mengakhiri masalah tunawisma yang tidur di jalan. Ia mengatakan kepedulian terhadap masyarakat akan menjadi salah satu nilai utama pemerintahannya.


Pergantian kepemimpinan ini juga menjadi sorotan karena Burnham dikenal sebagai tokoh Partai Buruh yang memiliki posisi politik lebih ke kiri dibandingkan Starmer. Sebelum menjadi perdana menteri, Burnham dikenal luas sebagai Wali Kota Greater Manchester dan sebelumnya pernah menduduki sejumlah posisi menteri dalam pemerintahan Partai Buruh.


Burnham juga dikenal memiliki perhatian kuat terhadap isu Palestina. Dalam sejumlah pernyataan sebelumnya, ia menyerukan agar pemerintah Inggris memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel terkait situasi kemanusiaan dan konflik di Jalur Gaza.


Sikap tersebut membuat Burnham dipandang memiliki pendekatan yang lebih tegas terhadap kebijakan Israel dibandingkan pemerintahan Starmer. Ia sebelumnya mengkritik respons pemerintah Inggris terhadap situasi di Gaza dan menilai London perlu melakukan lebih banyak langkah diplomatik untuk menekan pemerintah Israel.


Kiprah politik Burnham sendiri telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota parlemen pada 2001 dan pernah menjabat sebagai menteri dalam pemerintahan Tony Blair serta Gordon Brown.


Burnham dua kali mencalonkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh, yakni pada 2010 dan 2015, tetapi gagal memenangkan kontestasi tersebut. Ia kemudian meninggalkan Westminster dan beralih memimpin Greater Manchester.


Sebagai wali kota, Burnham terpilih untuk tiga periode dan membangun reputasi sebagai salah satu pemimpin daerah paling berpengaruh di Inggris. Ia dikenal vokal memperjuangkan kepentingan wilayah Inggris bagian utara, termasuk dalam perselisihannya dengan pemerintah pusat mengenai kebijakan pembatasan sosial selama pandemi Covid-19.


Karena kedekatannya dengan masyarakat dan perannya dalam memperjuangkan kepentingan wilayah utara Inggris, Burnham mendapat julukan "Raja Utara".


Kini, sebagai perdana menteri, Burnham menghadapi tantangan besar untuk mewujudkan agenda politik dan ekonominya. Ia telah menjanjikan rencana jangka panjang bagi Inggris sekaligus langkah cepat untuk membantu masyarakat yang menghadapi tekanan biaya hidup.


Burnham mengatakan pemerintahannya harus menjadi momentum untuk membangun kembali harapan dan persatuan nasional. Ia berjanji akan menempatkan kepedulian terhadap masyarakat sebagai inti dari pemerintahannya dan berupaya membawa Inggris menuju periode politik yang lebih stabil.


Sumber : https://aa.com.tr/en/info/infographic/53062

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!