Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Penobatan Pakubuwono XIV Purbaya Tetap Jalan Meski Dikritik Tedjowulan

Solo — Penobatan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram atau Gusti Purbaya sebagai Pakubuwono XIV tetap dilaksanakan pada Sabtu (15/11) meski mendapat imbauan penundaan dari Maha Menteri Keraton Surakarta, KG Panembahan Agung Tedjowulan. Prosesi jumenengan tersebut digelar di Bangsal Manguntur Tangkil, Kompleks Siti Hinggil, Keraton Surakarta Hadiningrat.

Tedjowulan sebelumnya mengirimkan surat resmi kepada Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPHA Dipokusumo—yang juga adik kandungnya—agar penobatan ditunda hingga masa berkabung 40 hari atas wafatnya SISKS Pakubuwana XIII Hangabehi berakhir. Ia menegaskan masa berkabung merupakan bagian dari paugeran keraton dan harus dihormati seluruh pihak.

“Kami mengingatkan agar yang bersangkutan dan pihak-pihak terkait untuk menahan diri. Kita masih dalam masa berkabung 40 hari atas Suruddalem SISKS Paku Buwono XIII dan fokus mendoakan Sawarga (almarhum),” ujar Tedjowulan melalui siaran pers, Jumat (14/11) malam.

Juru Bicara Tedjowulan, Kanjeng Pakoenegoro atau Candra Malik, menyebut imbauan tersebut didasarkan pada SK Menteri Dalam Negeri Nomor 430-9233 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta. Menurutnya, SK itu menempatkan Maha Menteri sebagai pelaksana fungsi ad interim Pakubuwono XIII hingga adanya penobatan raja secara sah. “Tugas ini diperkuat dengan Surat Menteri Kebudayaan Nomor 10596/ML.L/KB.10.03/2025,” kata Candra.

Meski demikian, prosesi jumenengan tetap berlangsung. Dalam upacara adat tersebut, Gusti Purbaya mengucapkan sabda raja dan sumpah jabatan sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIV. Ia berjanji memimpin berdasarkan syariat Islam dan paugeran adat Keraton Surakarta secara adil serta mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kedua, saya akan mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan lahir batin, dan berbakti kepada negara,” ujar SISKS Pakubuwono XIV dalam sabdanya. Ia juga berikrar melestarikan budaya Jawa peninggalan Dinasti Mataram.

Putri Pakubuwono XIII sekaligus Juru Bicara Keraton Surakarta, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menegaskan bahwa penobatan sudah sesuai dengan aturan adat. “Sangat sesuai dengan paugeran, karena saya sudah menyiapkan dari lama mana-mana yang harus dikumpulkan untuk menjadi sesuatu yang sah ketika pengangkatan seorang raja,” ujarnya.

Di sisi lain, dinamika internal keraton semakin mencuat setelah putra lain almarhum PB XIII, KGPH Mangkubumi, dikukuhkan sebagai Pangeran Pati atau calon raja dengan gelar Pakubuwono XIV oleh Lembaga Dewan Adat (LDA). Pengukuhan tersebut dilakukan di hadapan sejumlah adik PB XIII, menunjukkan adanya dualisme klaim atas takhta Keraton Surakarta.

Dengan berlangsungnya dua prosesi berbeda, polemik suksesi di Keraton Surakarta diperkirakan masih akan berlanjut hingga tercapai kesepakatan yang diakui seluruh elemen internal keraton. *

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Ads Bottom

Copyright © 2023 - TriasPolitica.net | All Right Reserved