Internasional

7 Poin Penting Hasil Pertemuan Putin-Xi Jinping di Beijing, China

TriasPolitica.net

20 May 2026 19:16 • 969 view

7 Poin Penting Hasil Pertemuan Putin-Xi Jinping di Beijing, China
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping. (Anadolu Agency)

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping menandatangani deklarasi pembentukan dunia multipolar dan “tipe baru” hubungan internasional dalam pertemuan bilateral di Beijing, Rabu (20/5/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan lebih dari 40 dokumen kerja sama strategis yang mencakup bidang ekonomi, energi, transportasi, teknologi hingga tata kelola global.


Kunjungan Putin ke China selama dua hari itu berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyelesaikan lawatan kenegaraannya ke Beijing. Pertemuan Putin-Xi dinilai memperlihatkan semakin eratnya hubungan strategis antara Moskow dan Beijing di tengah dinamika geopolitik global.

ADVERTISEMENT


Berikut tujuh poin penting hasil pertemuan Putin dan Xi Jinping di Beijing:


1. Rusia dan China Deklarasikan Dunia Multipolar


Putin dan Xi menandatangani deklarasi bersama mengenai pembentukan dunia multipolar serta “jenis baru” hubungan internasional. Dokumen tersebut disebut Kremlin sebagai arah kebijakan strategis kedua negara dalam menghadapi tantangan global dan memperkuat kerja sama internasional.


2. Lebih dari 40 Dokumen Kerja Sama Ditandatangani


Rusia dan China menandatangani lebih dari 40 dokumen dan nota kesepahaman. Sebanyak 22 dokumen diteken langsung dalam upacara resmi setelah pembicaraan bilateral, sementara 20 lainnya diselesaikan di sela-sela pertemuan tingkat tinggi.


Kerja sama tersebut meliputi sektor ekonomi, energi, transportasi, perdagangan, teknologi, hingga hubungan internasional.


3. Perdagangan Rusia-China Kini Didominasi Rubel dan Yuan


Putin menyatakan hampir seluruh transaksi ekspor-impor antara Rusia dan China kini dilakukan menggunakan mata uang nasional masing-masing, yakni rubel dan yuan.


Menurut Putin, langkah tersebut membuat sistem perdagangan kedua negara lebih tahan terhadap tekanan eksternal dan gejolak pasar global.


“Hampir seluruh operasi ekspor-impor Rusia-China dilakukan dalam rubel dan yuan,” kata Putin dalam konferensi pers bersama Xi Jinping.


4. Rusia Pastikan Pasokan Energi ke China Tetap Stabil


Dalam sektor energi, Putin menegaskan Rusia siap melanjutkan pasokan minyak dan gas tanpa gangguan ke China. Selain itu, perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, disebut tengah menyelesaikan pembangunan unit baru pembangkit listrik tenaga nuklir di China.


Kerja sama energi menjadi salah satu fokus utama hubungan ekonomi kedua negara.


5. Xi Jinping Sebut Hubungan Rusia-China Sedang di Puncak


Xi Jinping mengatakan hubungan bilateral Rusia dan China saat ini berada pada tingkat tertinggi sepanjang sejarah. Ia menyebut kemitraan kedua negara sebagai contoh “hubungan baru antar kekuatan besar.”


“Hubungan bilateral telah mencapai level tertinggi dalam era baru kemitraan strategis menyeluruh,” ujar Xi dalam konferensi pers bersama Putin di Great Hall of the People, Beijing.


Xi juga menyebut pembicaraan dengan Putin berlangsung “bersahabat dan produktif”.


6. Fokus pada AI, Ekonomi Digital dan Teknologi


Xi mendorong peningkatan kerja sama di berbagai sektor strategis masa depan, termasuk kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, inovasi teknologi, perdagangan dan energi.


Kedua negara juga berkomitmen memperkuat koordinasi dalam reformasi tata kelola global dan kerja sama internasional berkualitas tinggi.


7. Hubungan Antarwarga Semakin Erat


Putin mengungkapkan kebijakan bebas visa antara Rusia dan China memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan pertukaran masyarakat.


Sepanjang 2025, lebih dari dua juta warga Rusia disebut mengunjungi China, sementara lebih dari satu juta warga China datang ke Rusia. Xi menambahkan hubungan budaya, pendidikan, olahraga dan kemanusiaan antara kedua negara juga terus berkembang.


Pertemuan Putin dan Xi Jinping kali ini mempertegas semakin eratnya hubungan strategis Rusia-China di tengah perubahan tatanan geopolitik dunia. Kedua negara menampilkan diri sebagai mitra utama dalam mendorong sistem internasional yang lebih multipolar serta mengurangi dominasi Barat dalam ekonomi dan politik global.


Sumber : https://aa.com.tr/en/asia-pacific/russia-china-sign-over-40-documents-spanning-economy-energy-transport-global-cooperation/3942842

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (2)

M
Muda Berkarya 21/05/2026

Klw bisa buat organisasi perlindungan anak rentan dunia ( Anak disabilitas.anak yatim piyatu dan anak jalanan) sekolah kan dan perhatikan keamanan nya live Indonesia mendukung tumpas penjajah anak² bangsa seluruh dunia.

N
Nugroho 21/05/2026

Bagus saya setuju ...dunia menuju jalan yang lurus !!!