Internasional

Breaking News! Trump Umumkan Setop Sementara Operasi Militer AS di Selat Hormuz

TriasPolitica.net

07 May 2026 08:06 • 990 view

Breaking News! Trump Umumkan Setop Sementara Operasi Militer AS di Selat Hormuz
Foto: Presiden AS Donald Trump. (Gemini AI)

Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian sementara operasi militer AS untuk mengawal dan memindahkan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Keputusan tersebut diumumkan Trump melalui platform Truth Social pada Selasa waktu setempat, di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.


Trump mengatakan penghentian sementara operasi yang diberi nama Project Freedom itu dilakukan atas permintaan Pakistan dan sejumlah negara lain, serta karena adanya kemajuan signifikan menuju kesepakatan akhir dengan perwakilan Iran.

ADVERTISEMENT


“Kami sepakat bersama bahwa, meskipun blokade tetap diberlakukan penuh, Project Freedom akan dihentikan sementara untuk waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan dapat diselesaikan dan ditandatangani,” tulis Trump dalam pernyataannya seperti dilansir dari Al Jazeera, Rabu (6/5/2026).


Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran terkait pengumuman tersebut.


Ketegangan di kawasan Teluk sebelumnya meningkat setelah militer AS mengklaim telah menghancurkan sejumlah kapal Iran di Selat Hormuz, termasuk rudal jelajah dan drone milik Teheran. Sementara itu, Uni Emirat Arab menyebut sistem pertahanan udaranya kembali berhasil menghadang serangan rudal dan drone dari Iran untuk hari kedua berturut-turut.


Di sisi lain, sebuah kapal komersial di Selat Hormuz dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di tengah situasi keamanan yang semakin memanas.


Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga merilis peta baru wilayah Selat Hormuz dengan cakupan kontrol Iran yang diperluas. IRGC memperingatkan seluruh kapal agar tetap berada di jalur pelayaran yang telah ditetapkan Iran atau menghadapi “respons tegas”.


Di Washington DC, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa operasi ofensif AS terhadap Iran yang diberi nama Operation Epic Fury telah selesai dilakukan.


“Tidak akan ada penembakan kecuali kami ditembak terlebih dahulu,” kata Rubio kepada wartawan.


Namun demikian, Rubio menegaskan Iran tetap harus menerima konsekuensi atas upayanya mengendalikan Selat Hormuz. Menurutnya, Iran tidak memiliki hak untuk menutup jalur pelayaran internasional tersebut ataupun memungut “toll” bagi kapal yang melintas.


“Selat Hormuz bukan milik Iran. Mereka tidak berhak menutupnya, meledakkan kapal, atau memasang ranjau,” ujar Rubio.


Selat Hormuz sendiri merupakan jalur maritim strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia. Jalur tersebut praktis tertutup sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari lalu.


Setelah gencatan senjata pada April, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran guna menekan Teheran agar menerima syarat-syarat Washington dalam perundingan damai yang dimediasi Pakistan. Salah satu poin utama adalah pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian seluruh aktivitas pengayaan nuklir Iran.


Penutupan selat tersebut berdampak besar terhadap perdagangan global. Harga minyak dan pupuk melonjak tajam, memicu kekhawatiran akan resesi global serta ancaman krisis pangan di berbagai negara.


Dalam pernyataan lainnya di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa tekanan militer dan ekonomi AS telah memaksa Iran kembali ke meja perundingan meski Teheran tetap menunjukkan sikap keras di depan publik.


“Iran ingin membuat kesepakatan,” ujar Trump. “Ketika militer mereka praktis sudah lumpuh, kami bisa melakukan apa saja terhadap mereka.”


Trump juga menyebut kemampuan militer Iran kini hanya seperti “peashooters” atau senjata kecil yang tidak lagi memberikan ancaman besar bagi AS.


Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa eskalasi terbaru di Selat Hormuz tidak dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat pekan terakhir.


“Pasukan Amerika tidak perlu memasuki wilayah perairan Iran. Kami tidak mencari perang. Tetapi Iran tidak boleh menghalangi negara-negara lain menggunakan jalur perairan internasional,” kata Hegseth di Pentagon. Ia menambahkan bahwa pemerintah AS akan terus memantau situasi dengan sangat ketat meskipun gencatan senjata sejauh ini masih berlangsung.


Sumber : Al Jazeera | https://www.aljazeera.com/news/2026/5/5/trump-announces-pause-on-us-operation-to-unblock-strait-of-hormuz

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!