MURATARA – Identitas korban tewas dalam kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mulai terungkap.
Peristiwa tragis yang terjadi setelah tabrakan frontal dan kebakaran hebat tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang. Tim Disaster Victim Identification (DVI) bersama aparat kepolisian masih terus melakukan proses identifikasi terhadap sejumlah korban.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data sementara yang diterima dari pihak terkait, berikut daftar korban meninggal dunia yang telah berhasil diidentifikasi:
- Aryanto (49) – Pengemudi mobil tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau.
- Martoni (48) – Penumpang mobil tangki Seleraya, warga Musi Rawas Utara.
- Alif (44) – Pengemudi Bus ALS, warga Jawa Tengah.
- Saf (50) – Kenek Bus ALS, warga Medan.
- Maleh (42) – Kru Bus ALS, warga Medan.
- Relodo – Penumpang Bus ALS.
- Zulkifli – Penumpang Bus ALS.
- Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.
- Rani – Penumpang Bus ALS, istri Aldi Sulistiawan.
- Bela – Penumpang Bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.
- Celinton – Penumpang Bus ALS.
- Hisyamsiah Bachri – Penumpang Bus ALS.
- Sukardi – Penumpang Bus ALS.
- Salim – Penumpang Bus ALS.
- Budiyanto – Penumpang Bus ALS.
- Barhul Ulum – Penumpang Bus ALS.
Selain korban meninggal, terdapat sejumlah korban selamat yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit. Sebagian besar korban mengalami luka bakar akibat kebakaran hebat pasca tabrakan.
Berikut daftar korban luka-luka yang berhasil selamat:
- Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah, mengalami luka bakar.
- Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah, mengalami luka bakar.
- Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal, mengalami luka bakar.
- M. Fadli bin Ibrahim (30), kernet Bus ALS asal Riau, mengalami luka ringan atau lecet.
Pihak kepolisian menyatakan proses penyelidikan terkait penyebab kecelakaan masih terus berlangsung. Sementara itu, tim DVI juga masih melakukan pemeriksaan forensik terhadap sejumlah korban yang belum teridentifikasi secara lengkap akibat kondisi jenazah yang terbakar.