Berita

Hebat! Dari Balik Jeruji Rutan Barru, Lahir Wirausaha Baru

Posted by: Hengki

23 June 2026 00:43 WIB

Hebat! Dari Balik Jeruji Rutan Barru, Lahir Wirausaha Baru
Foto: Hebat! Dari balik jeruji Rutan Barru, warga binaan tetap produktif!

Barru - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barru terus mendorong warga binaan agar tetap produktif selama menjalani masa pidana.


Salah satu program yang kini dijalankan adalah pembuatan sabun cuci piring yang melibatkan petugas dan warga binaan.

ADVERTISEMENT


Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan memberikan keterampilan sekaligus bekal usaha bagi warga binaan setelah bebas nanti.


Kepala Rutan Kelas IIB Barru, Hardiman, mengatakan sabun yang diproduksi menggunakan bahan berkualitas dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan.


"Bahannya premium. Ada yang proses pembuatannya cukup sederhana dan bisa diproduksi hanya dengan lima bahan. Itu sudah sangat baik untuk dikembangkan," kata Hardiman kepada wartawan, Senin (22/6/2026).


Menurutnya, produksi sabun akan kembali dilakukan dalam waktu dekat.


Rutan Barru bahkan berencana meningkatkan jumlah produksi untuk memenuhi kebutuhan yang ada.


"Minggu depan, atau paling lambat bulan depan, kami berencana kembali melakukan produksi untuk kebutuhan Super Pell," ujarnya.


Namun pembinaan di Rutan Barru tidak hanya sebatas membuat sabun.


Warga binaan juga dibekali berbagai keterampilan lain yang memiliki nilai ekonomi.


Mulai dari mebel, pangkas rambut, budidaya ikan, peternakan ayam kampung, warung kopi, pencucian mobil hingga pembuatan paving block.


"Di Rutan Barru, warga binaan sudah berkarya di berbagai bidang. Harapannya mereka bisa mandiri setelah kembali ke masyarakat," jelas Hardiman.


Program tersebut ternyata memberi dampak besar bagi para warga binaan.


Salah satunya dirasakan Pandi, narapidana kasus narkoba yang kini memiliki keterampilan sebagai tukang cukur.


Pria yang menjalani hukuman lebih dari lima tahun itu mengaku sebelumnya tidak memiliki kemampuan kerja yang jelas.


"Saya dihukum lebih dari lima tahun. Dulu saya tidak tahu bekerja apa, sekarang saya sudah bisa memangkas rambut," katanya.


Menurut Pandi, lebih dari 200 warga binaan mendapat kesempatan mengikuti berbagai program pembinaan di Rutan Barru.


Mereka dilibatkan dalam beragam aktivitas produktif yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat.


"Di sini banyak kegiatan. Ada yang cuci mobil, ada yang mengelola warung kopi, ada juga yang membuat produk lainnya. Semua teman-teman dibina dengan baik," ujarnya.


Kini, Pandi mulai menata harapan baru untuk masa depannya.


Setelah bebas nanti, ia bercita-cita membuka usaha pangkas rambut sendiri.


"Sekarang saya sudah bisa bekerja. Kalau nanti keluar, saya ingin membuka usaha pangkas rambut sendiri," ungkapnya.


Pandi juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Rutan dan seluruh petugas yang telah memberikan pembinaan serta kesempatan belajar berbagai keterampilan.


Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberi ilmu, tetapi juga membuka jalan untuk kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.


"Kami benar-benar dibina dan diberi kesempatan untuk menghasilkan uang

dari keterampilan yang kami pelajari," tutupnya.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram TriasPolitica.net, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!